Tanaman Koro Sebagai Pangan Alternatif dan Fungsional

Kebutuhan pangan tak akan pernah lepas dari kehidupan manusia, akan tetapi sumber daya alam yang ada tak selamanya dapat menunjang kebutuhan yang kian bertambah. Oleh karena itu, perlu ditemukan sumber daya lain yang dapat dijadikan bahan pengganti dengan kandungan gizi yang sama atau bahkan lebih baik dan aman bagi kesehatan. Kacang koro adalah salah satu contoh sumber daya yang dapat dijadikan makanan alternatif.

Menurut penelitian, produksi tanaman koro dapat mencapai 7 ton/ha. Tanaman koro dapat dijadikan pupuk dan sumber biokimia. Hasil penelitian Andrew S.R, Wiwiek S.W, dan A.Subagio menunjukkan, kadar senyawa dalam kacang koro adalah 67,9% kabohidrat, 17,1% protein, 1,1% kadar lemak, 9,3% kadar air, 3,6% kadar abu. Selain itu kacang koro juga memiliki serat pangan tinggi, oligosakarida, fitosterol, flavonoid, globulin 7 S dan 11 S. Kacang koro sangat berpotensi sebagai sumber protein nabati. Berdasarkan hal tersebut kacang koro dapat diolah menjadi tepung kaya protein yang berpotensi menjadi pangan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga jenis kacang koro yang dapat dijadikan tepung yaitu kacang komak (L. purpureous Sweet), kacang kratok (P. lunatus), dan koro pedang (C. ensiformis).

Pembuatan tepung dari kacang koro dilakukan dengan metode ekstraksi basah. Dengan modifikasi pada jenis pelarut dan penetralan dengan NaOH kacang koro dicuci kemudian direndam selama 20 jam pada suhu 6±2oC. Proses selanjutnya adalah penggilingan dengan penambahan akuades dengan perbandingan 1:5. Hasil pengolahan difiltrasi/disaring sebanyak dua kali. Kedua hasil penyaringan kemudian diendapkan proteinnya dengan pengaturan pH dan titik isoelektirknya dengan penambahan HCl dengan pH 4. Endapan yang diperoleh dinetralkan menggunakan NaOH, kemudian dikeringkan menggunakan oven vakum dengan suhu 40­oC selama 24 jam. Langkah terakhir adalah penepungan hasil olahan dengan melakukan pengayakan dengan ukuran pengayak 80 mesh.

Karena mengandung protein dan pati tepung ini dapat menjadi sumber kalori utama. Tepung kaya protein dari kacang koro ini memiliki sifat fungsional teknis yang baik, yaitu daya serap air dan minyak yang baik, aktivitas dan stabilitas emulsi yang juga baik. Daya cerna protein yang dimiliki sebanding dengan protein yang dimiliki oleh kacang kedelai. Dosen dan peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, Jawa Timur menyatakan sifat fungsional ini dapat membuat tepung kacang koro diproses menjadi  daging tiruan, sosis, nugget, bakso, atau bahkan bisa menjadi pengganti tepung terigu dalam pembuatan mi instan.

Tepung kacang koro memiliki indeks glisemik yang sangat rendah, sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, karena dapat membantu penurunan kadar gula darah sebesar 21,89% dalam waktu 4 minggu. Selain itu tepung kacang koro ini juga aman dan baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung.

DAFTAR PUSTAKA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s