Investigasi Keracunan Pangan

Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber daya hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia (Fasak, 2011). Pangan merupakan kebutuhan primer bagi manusia untuk pertumbuhan maupun untuk bertahan hidup. Akan tetapi, apabila tidak diolah dengan baik dan bersih, pangan dapat menimbulkan suatu penyakit atau yang disebut dengan keracunan pangan (foodborne disease). Setiap tahapan pengolahan pangan memiliki risiko penyebab terjadinya keracunan pangan apabila tidak dilakukan pengawasan secara baik dan benar (Santoso et al. 2011).

Dalam penentuan suatu kasus keracunan pangan yang terjadi diperlukan suatu investigasi atau penyelidikan untuk mengungkap penyebab, sumber dan cara pencemaran serta distribusi keracunan pangan menurut variabel tempat, orang dan waktu. Apabila patogen penyebab keracunan pangan dapat diidentifikasi maka dapat dilakukan penanganan/ pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Investigasi atau penyelidikan terhadap kasus keracunan pangan dapat dilihat dari besar attack rate, atack rate by food, dan kurva epidemik pada kasus tersebut.

Attack rate didefinisikan sebagai proporsi dari jumlah orang yang sakit setelah terjadinya paparan yang ditemukan. Nilai attack rate digunakan untuk mengukur besarnya suatu kejadian atau permasalahan yang dihadapi (Meissnerd, 2007). Nilai attack rate dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah orang yang mengalami sakit dengan jumlah orang yang hadir atau dijadikan sampel dalam perkiraan atau penelitian tersebut.

Attack rate by food adalah rasio atau tingkat yang mendefinisikan jumlah orang dalam suatu populasi yang berada pada risiko yang lebih tinggi menjadi sakit daripada yang lain berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsinya (Meissnerd, 2007). Attack rate by food dihitung dengan cara membandingkan jumlah orang yang sakit karena mengonsumsi suatu makanan dengan jumlah orang yang mengonsumsi makanan tersebut. Nilai Attack rate yang lebih tinggi pada satu jenis makanan menunjukkan bahwa makanan itu yang memiliki potensi paling besar dalam penyebab terjadinya sakit tersebut. Berikut merupakan rumus perhitungan attack rate :

Kurva epidemik adalah penggambaran kasus berdasarkan waktu pada periode munculnya KLB keracunan pangan (Wibowo, 2010). Kurva epidemik dapat digunakan untuk menentukan atau memperkirakan waktu paparan dan masa inkubasi dari penyakit yang diperkirakan sebagai kasus penularan dengan melihat tipe kurva epidemik. Tiga tipe kurva epidemik yaitu common-source, continual-source dan propagated.

Kurva epidemik common-source ditandai dengan peningkatan jumlah kasus dengan tajam lalu menurun perlahan-lahan. Continual-source terjadi jika sumber penularan terus terkontaminasi sehingga penularan terus berlangsung, biasanya ditandai dengan kurva yang menunjukkan peningkatan lalu mendatar. Propagated terjadi jika sebuah kasus penyakit berperan sebagai sumber infeksi bagi kasus-kasus berikutnya, kurva nya terdiri dari beberapa puncak yang dipisahkan oleh waktu inkubasi mikroba (Murti, 2010).

Referensi

Fasak, E., 2011. Diverivikasi konsumsi pangan berbasis potensi lokal dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tahun 2010. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

 Gardner, I. (2011). Investigasi Wabah. Bogor: IPB.

Meissnerd. (2007, Desember 11). Foodborne Disease Outbreaks : Guodelines for Investigation and Control. Diambil kembali dari WHO.int: http://www.who.int/foodsafety/publications/ foodborne_disease/Annex_7.pdf pada tanggal 11Mei 2016

Murti, B. (2010, September 1). Materi investigasi Outbreak. Diambil kembali dari fk.uns.ac.id: http://fk.uns.ac.id/static/materi/Investigasi_Outbreak_-_Prof_Bhisma_ Murti.pdf pada tanggal 11 Mei 2016

Santoso, H. et al., 2011. Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan KLB Penyakit Menular dan Keracunan Pangan (Pedoman Epidemiologi Penyakit) Edisi Revisi Tahun 2011 H. Santoso, R. B. Hapsari, & A. M. Nasir, ed., Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Wibowo, T. A. (2010). Investigasi Wabah. Yogyakarta: KMPK Universitas Gajah Mada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s