Kue Bulan dan Perayaannya

Hai semua,

Mohon maaf baru melakukan update saat ini. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal yang tidak dapat diceritakan disini. Nah untuk memulainya kali ini saya akan membahas mengenai Kue Bulan.

Ya, perayaan kue bulan atau moon cake festival baru saja berlalu sebulan. Perayaan ini dilaksanakan pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan imlek setiap tahunnya. Bagi etnis Tiongoa, kue bulan bukan merupakan hal yang asing. Di negeri asalnya China, perayaan kue bulan menjadi perayaan yang istimewa dalam menyambut musim gugur. Dalam tradisi Tionghoa, pada perayaan ini seluruh keluarga besar akan berkumpul (yang jauh akan pulang ke rumahnya) untuk menyantap kue bulan bersama. Oleh karena hal ini, perayaan kue bulan menjadi hari raya masyarakat China kedua terbesar setelah hari raya imlek.

Festival kue bulan dalam Bahasa Mandarin adalah 中秋佳节 (zhong qiu jia jie) adalah hari suka cita yang dilambangkan dengan adanya bulan purnama penuh, yang dianggap sebagai posisi bulan paling dekat dengan bumi berdampingan dengan batas langit dan bersinar kemerahan yang melambangkan bersatunya pria (matahari) dengan wanita (bulan) seperti Yin dan Yang dalam tradisi China. Kue bulan tradisional berbentuk bulat karena melambangkan keutuhan sebuah keluarga.

Banyak versi yang menjelaskan asal usul muncul dan berkembangnya kue bulan atau dalam bahasa Mandarin disebut 中秋月饼 (zhong qiu yue bing). Tradisi kue bulan muncul pertama kali pada masa Dinasti Xia dan Dinasti Shang, namun baru terkenal pada masa Dinasti Tang sebagai suatu tradisi yang bersifat ritual. Ritual yang dirayakan ini berkaitan dengan ucapan syukur para petani atas hasil panen yang baik dan berlimpah kepada para Dewa.

Ada juga cerita yang menjelaskan asal muasal perayaan kue bulan dikarenakan Chang’E seorang istri pemanah bernama Hou Yi, yang memanah 9 dari 10 matahari di Bumi diangkat menjadi raja di China meminum obat mujarab yang diterima oleh Hou Yi dari seorang Dewi dan dipercaya dapat membuat orang terbang ke langit dan menjadi Dewa. Ada dua versi cerita mengenai Chang’E yang pertama adalah Chang’E ingin melarikan diri dari Hou Yi yang saat menjadi raja berubah sifatnya menjadi tidak baik. Versi kedua adalah seorang pegawai istana ingin merebut obat tersebut dan untuk mencegahnya Chang’E meminum habis ramuan itu yang membuatnya terbang ke bulan dan menjadi Dewi Bulan. Lalu diyakini bahwa kecantikan Chang’E akan sangat terlihat dari bumi saat bulan berada dalam keadaaan paling pebuh dan terang. Nah, inilah yang menjadi asal-usul masyarakat China kuno memulai persembahan makanan dan buah-buahan kepada Dewi Bulan, yang salah satunya adalah kue bulan.

Lalu bagaimana cara membuat kue bulan? Kue bulan terbuat dari adonan tepung terigu, telur ayam, gula pasir, garam, minyak/ mentega yang berisi bermacam-macam rasa seperti pasta biji teratai, pasta kacang hijau, pasta kacang merah, wijen hitam. Ada juga kue bulan yang berisi kuning telur asin ditengahnya yang memiliki arti bulan purnama. Di era modern saat ini kue bulan juga ada yang berisi selai buah dan cokelat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s