Pengalaman Table Manner

Hallo semuanya, selamat malam! Happy weekend teman-teman. 🙂

Hari ini saya akan bercerita mengenai kegiatan yang saya ikuti sabtu lalu 5 November 2016. Pada hari itu saya dengan rekan-rekan satu jurusan mengikuti kegiatan pembelajaran table manner di salah satu hotel di kawasan BSD. Mungkin teman-teman sekalian sudah tidak asing lagi dengan kata table manner. Oleh karenanya saya hanya akan bercerita mengenai pembelajaran yang saya dapatkan.

Ini adalah kali pertama saya mengikuti pembelajaran mengenai table manner. Buat teman-teman yang belum tahu tentang table manner, table manner adalah tata krama atau tata cara makan pada acara jamuan makan resmi dengan gaya barat. Saat makan di rumah pun ada tata cara dan aturannya seperti tidak boleh makan sambil berbicara, mengunyah dengan mengeluarkan suara keras dan lainnya. Hari itu saya juga mendapatkan beberapa pengetahuan baru mengenai aturan makan di meja makan dimulai dari posisi duduk, penggunaan alat makan sampai cara mengangkat telepon saat perjamuan makan.

Ternyata ketika kita mendapatkan telepon saat perjamuan makan seperti ini kita tidak boleh menggangkat telepon saat itu juga karena ini dianggap tidak sopan loh. Kita harus permisi dengan tamu lain untuk meninggalkan meja baru boleh mengangkat telepon. Ketika kembali ke meja makan kita juga harus mengucapkan permohonan maaf kembali.

Dalam jamuan makan gaya barat, menu yang disajikan dimulai dari hidangan pembuka (appatizer) sampai hidangan penutup (dessert). Pada kegiatan yang saya ikuti menu yang disajikan terdiri dari appatizer, soup, main course (hidangan utama), dessert.

Posisi kursi dan alat makan disusun sedemikian rupa. Seperti pada gambar di bawah ini.

20161105_101916.jpg
Gambar 1. Posisi peralatan makan gaya Eropa

Posisi kursi berada sejajar dengan serbet (napkin) yang telah disediakan. Napkin diletakkan di pangkuan dan digunakan hanya untuk mengusap bibir dan jari tangan. Tidak diperkenankan untuk membersihkan alat makan. Jika perjamuan diadakan di kediaman tuan rumah, tunggulah tuan rumah meletakkan napkinnya terlebih dahulu baru diikuti dengan tamu yang lain.

Posisi duduk haruslah tegak, dan ketika memegang peralatan makan tangan tidak diperbolehkan berada di  atas meja, hanya sampai pergelangan tangan yang diizinkan. Meskipun demikian posisi siku juga tidak diperbolehkan terlalu mengembang agar tidak bersentuhan dengan orang yang berada di sebelahnya. Saat masih mengunyah ataupun ada makanan di dalam mulut tidak diperkenankan untuk berbicara dengan orang lain. Oleh karenanya jika ingin berbicara dengan orang lain sebaiknya menghabiskan makanan yang berada di dalam mulut.

Seperti pada gambar di atas terlihat bahwa terdapat lebih dari satu pasang peralatan makan. Jika demikian gunakanlah terlebih dahulu peralatan yang paling jauh degan piring. Sendok, garpu, dan pisau dipegang pada ujung tangkainya dengan dijepit di antara ibu jari dan jari telunjuk, sedangkan ketiga jarinya menahan tangkai bagian bawah. Sendok dan pisau dipegang di tangan kanan, sedangkan garpu dipegang di tangan kiri. Pisau dan garpu selalu dihadapkan ke bagian bawah atau telungkup kecuali saat menyantap sayuran yang berbentuk kecil.

Pembelajaran tata cara makan yang saya ikuti dimulai dari memakan roti (soft bread) dengan mentega (butter) sebelum hidangan pembuka (appatizer). Roti dimakan dengan cara menyobeknya sedikit lalu diolesi dengan butter. Roti tidak boleh diangkat dari atas piring karena akan menyebabkan remah-remahnya jatuh berceceran diatas meja ataupun baju. Selanjutnya adalah makan hidangan pembuka (appatizer) menggunakan pisau dan garpu paling jauh dari piring (salad fork dan knife)Appatizer yang saat itu disajikan adalah bruschetta romana yang merupakan roti kering yang diatasnya diberi potongan-potongan tomat.

Tata cara makan soup gaya barat (Eropa) biasanya adalah dengan menyendokkan soup dari dalam (tengah) mangkuk ke arah luar. Dalam tata cara makan Eropa mangkuk tidak diperkenankan untuk diangkat dari piring nya. Setelah selesai makan sendok diletakkan pada posisi luar mangkuk diatas piring.

Main course adalah makanan hidangan utama yang biasanya terdiri dari karbohidrat dan daging. Karbohidratnya dapat berupa kentang ataupun jagung. Jika sudah selesai menyantap hidangan utama (main course) garpu dan pisau diatur pada posisi menunjukkan angka 5 diatas piring. Hal ini mengartikan bahwa kita telah selesai makan sehingga piring dapat diangkat oleh pramusaji.

Hidangan penutup (dessert) biasanya adalah makanan yang manis seperti buah, kue, dll. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bau amis setelah menyantap hidangan utama. Alat makan yang tadi nya berada di bagian atas akan dipindahkan oleh pramusaji ke sebelah kanan dan kiri.

Jika makanan yang disantap dirasa kurang garam atau lada, kita dapat menambahkan sendiri. Jika posisi garam dan lada diatas meja jauh dan tidak terjangkau oleh tangan, minta tolonglah pada tamu lain yang posisinya lebih dekat. Ketika memberikan garam kepada orang lain jangan hanya berikan tempat garam tetapi juga tempat lada nya, karena mereka adalah satu kesatuan.

Selain cara memang peralatan makan seperti garpu, sendok dan pisau. Saya juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara memegang gelas. Jika minuman yang disajikan adalah wine biasanya gelas yang digunakan adalah gelas yang tinggi. Oleh karenanya bagian yang dipegang adalah bagian leher gelasnya saja, jangan memegang badan gelas karena panas tubuh pada tangan akan mempengaruhi rasa dari wine. Sedangkan jika minuman yang disajikan hanyalah air mineral maka diperbolehkan memegang badan gelas.

Sekian sharing saya mengenai table manner yang telah saya ikuti. Jika teman-teman mengetahui aturan lain mengenai table manner silahkan tinggalkan komentar kalian ya… Sampai jumpa lagi…. 😉

Ini adalah beberapa foto mengenai menu yang saya santap sabtu lalu 😀

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman Table Manner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s