Hangatnya Wedang

 

Hai semua, selamat malam. 🙂

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat meskipun saat ini telah memasuki musim hujan ya.

Beberapa hari ini Gading Serpong diguyur hujan dari sore hingga malam hari. Malam jadi terasa lebih dingin. Nah saat dingin-dingin begini makanan atau minuman apa nih yang kalian makan/ minum? Apakah ada yang suka minum wedang jahe? Atau makan wedang ronde? Wah kedua makanan ini memang paling nikmat disantap saat cuaca dingin karena dapat menghangatkan tubuh.

Ternyata wedang jahe yang biasa kita minum untuk menghangatkan tubuh ini memiliki cerita loh. Kalian tau gak sih dari mana wedang jahe ini berasal? Wedang jahe berasal dari daerah awa Tengah dan Jawa Timur. Dalam bahasa jawa, wedang berarti minuman panas. Selain itu, dari namanya saja kalian pasti bisa menebak bahwa minuman ini merupakan minuman tradisional yang dibuat dengan bahan dasar rimpang jahe yang ditambahkan dengan gula jawa atau gula batu. Selain itu, wedang jahe memiliki berberapa manfaat bagi kesehatan tubuh loh seperti mengobati batuk dan meredakan demam, menurunkan tekanan darah tinggi, memperlebar pembuluh darah, membantu meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

Nah selain wedang jahe, disebutkan juga salah satu pangan lainnya yaitu wedang ronde. Apa sih yang membedakan wedang jahe dengan wedang ronde? Ya, yang membedakan kedua jenis makanan ini adalah isi nya. Wedang ronde tidak hanya terdiri atas air jahe tetapi juga terdiri dari bola-bola kecil yang terbuat dari tepung beras yang berisi kacang halus, kolang-kaling, roti dan kacang tanah sangrai.

Ternyata tidak seperti wedang jahe, wedang ronde merupakan makanan hasil akulturasi budaya Tiongkok dengan Jawa sehingga sesuai dan dapat diterima oleh lidah masyarakat Indonesia.  Pada kebudayaan China (Tiongkok), ronde dibuat tanpa isi dan disajikan dengan air jahe manis. Makanan ini dikenal dengan nama Tāngyuán yang mulai berkembang pada masa pemerintahan Dinasti Sung. Tāngyuán memiliki arti sebagai reuni keluarga, sehingga biasa disajikan dalam perataan penting masyarakat Tionghoa seperti pada saat perayaan Festival Lampion (Tanggal 15 bulan 1 penanggalan Imlek), perayaan hari Ibu (22 Desember).

Sekarang sudah pada tahu kan asal usul dari wedang jahe dan wedang ronde. Jadi kalau ada yang bertanya mengenai asal-usul kedua minuman ini kita sudah bisa memberi gambaran singkatnya. 🙂

Oke sekian dulu teman-teman. Selamat malamm 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s